Gula Tambora Mulai Serbu Pasar Bali, NTB dan NTT

Gula Tambora Mulai Serbu Pasar Bali, NTB dan NTT

Category : Berita

Sumber : http://www.suarantb.com

Dompu (Suara NTB) – Gula Tambora produksi PT Sukses Mantap Sejahtera yang mulai diproduksi tahun 2016 lalu sudah mulai dipasarkan hingga Bali, Lombok dan di pulau Sumbawa. Pengapalan perdana gula Tambora ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, MSI bersama Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin di pabrik gula Tambora, Selasa, 11 April 2017.

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si mengapresiasi pengapalan perdana gula Tambora oleh PT SMS. Ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam berinvestasi di daerah yang sudah ditunaikan. Karena banyak investor yang datang, tapi setelah diberikan izin malah menghilang. Akibatnya, banyak lokasi yang telah diberikan izin seperti di Lombok dan Sumbawa, daerah dibuat tersandera, karena tidak ada aktivitas dan tidak bisa dimasuki oleh investor lain.

“Ini telah menambah komitmen investasi di daerah dengan multiplier effectnya yang besar,” kata Amin.

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin dan Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin memecahkan kendi sebagai simbol pemasaran perdana Gula Tambora.

Namun ia juga mengingatkan kepada perusahaan untuk bersabar dalam berinvestasi di daerah. Ketika ada demo agar diterima saja, jangan dihindari. Karena itu justru akan memunculkan masalah baru. Begitu dihadapi, pasti ada solusinya. “Ndak ada orang marah 24 jam, paling 1-2 jam turun lagi. Tapi bapak sudah berbuat, tentu pasti Allah SWT akan memberikan yang terbaik,” kata Amin.

Pengapalan perdana gula Tambora ini cukup membuat Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin bangga. Apalagi pihak perusahaan dengan bangga menamakan produknya dengan gula Tambora. Dengan berproduksinya gula Tambora, maka Dompu sudah bisa membantu Indonesia untuk menghemat devisa dengan tidak mengimpor gula. Gula Tambora ini target pasarnya di Bali, NTT dan NTB.

“Kalau ada orang yang paling berbahagia hari ini, sayalah orangnya yang paling berbahagia. Pertama bernyanyi dengan Dewi Yul, kedua bersama Wagub mengirim kontainer gula untuk dikapalkan,” kata H. Bambang.

Namun pabrik gula PT SMS hingga saat ini belum bisa maksimal beroperasi karena terbatasnya tebu untuk digiling sebagai bahan dasar gula. Dari target luas lahan minimal 15 ribu ha untuk ditanami tebu, baru 4 ribu ha lebih tanaman tebu.

“Target saya, akhir tahun ini ada tambahan lahan untuk tanam tebu minimum 10 ribu ha. Itu upaya yang sedang saya lakukan saat ini. Supaya kapasitas pabrik yang sudah terpasang ini bisa optimal beroperasi dan bisa menghasilkan lebih banyak gula. Itu artinya, Dompu sudah membantu Indonesia untuk menghemat devisa,” ungkap H. Bambang.

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin dan Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin bersama pejabat lingkup Pemprov NTB dan manajemen PT. SMS berpose bersama.

Direksi PT Sukses Mantap Sejahtera, Yohan Setiawan mengaku, kebun tebu yang sudah ditanami di HGU baru 2 ribu ha dan kebun mitra milik masyarakat antara 2 ribu – 2.500 ha. Sementara kapasitas giling pabrik 5 ribu ton tebu per hari. Pabrik gula biasanya beroperasi 150 – 180 hari dalam setahun dan masa operasinya di musim kemarau. Dengan kapasitas pabrik, maka dibutuhkan 750 ribu ton tebu per tahun atau tanaman tebu seluas 15 ribu ha.

“Sekarang kita baru tanam 4 ribu ha, masih kurang 11 ribu ha. Masih jauh dari keperluan pabrik kami,” katanya.

Ia pun mengungkapkan, lahan HGU PT SMS struktur tanahnya cukup sulit karena berpasir dan sangat kering. Sehingga penanaman dilakukan pada musim hujan saat basah dan panen di musim kering agar akumulasi gula di tebu itu sendiri. Kalau tidak ada air saat musim kering seperti di Dompu ini, pihaknya harus pikirkan soal irigasi dan bekerjasama dengan pemerintah pusat.

“Kalau kita bersama, saya yakin kita pasti bisa. Sukses, mantap sejahtera untuk masyarakat Kabupaten Dompu,” katanya.

Segala hal yang besar, kata Yohan, dimulai dari yang kecil – kecil, pantang menyerah, dan maju terus. Hal inilah menjadikan pabrik gula PT SMS di Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu akhirnya bisa berdiri dan beroperasi.

“Lima tahun lalu, banyak orang tidak percaya, Dompu akan ada pabrik gula. Dompu itu, tempat tidak ada apa – apa,” katanya.

Yohan mengaku, Bupati dan masyarakat Dompu telah membuktikan dengan kerja keras dan kerjasama akhirnya jagung membanggakan. Kedepan, gula juga akan dibicarakan termasuk oleh Bupati di mana – mana. Karena dari gula akan banyak mempekerjakan banyak orang. Efek berantainya banyak. Dalam 1 ha bisa memproduksi 70 – 100 ton tebu dan akan melibatkan banyak tenaga.

“Dengan adanya industri gula, banyak restoran, warung, truk akan banyak terpakai,” katanya.

Namun karena pabrik gula ini masih baru, diakui Yohan, pasti ada banyak persoalan dan persoalan selama ini lebih kepada faktor komunikasi. Ketika ada persoalan, mestinya diklarifikasi ke pihak perusahaan.

“Kita mau ajak lagi masyarakat. Ayo sama-sama tanam tebu lagi. Memang dalam membangun sesuatu itu, pastilah ada kurangnya macam-macam. Paling tidak, ayo kita sama -sama rembuk, sama-sama kita bicarakan. Yang penting pabrik ini, pabrik Dompu, pabrik masyarakat Dompu, sama-sama perusahaan punya, harus bangun bersama,” katanya.

Kehadiran pabrik gula Tambora dengan nilai investasi yang besar, kata Yohan, menjadi komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat. Karena pabrik gula dan perkebunan tebu masih baru, pasti ada kekurangnnya. Namun ia mengingatkan untuk tidak terprovokasi dan mempercayai begitu saja informasi dari luar. Tapi konfirmasi ke perusahaan atau melalui pemerintah daerah (Pemda) untuk sama – sama mencari solusi terbaik.

“Tentu, namanya pabrik baru, investasi begitu besar. Kita harap pengertian dari masyarakat. Tidak hanya bangun pabrik, memperbaiki hubungan antara pabrik dengan petani itu tidak bisa dibangun dalam sehari, itu tidak mungkin,” katanya.

Motivasi dua arah, kata Yohan dibutuhkan untuk sama – sama maju dan besar. Perusahaan termotivasi karena petani mau menanam, tapi juga petani termotivasi karena perusahaan sudah menanamkan modal. Ketika ada kekurangan, diperbaiki. Baik pada petani ketika ada kekurangan, kita perbaiki.

Untuk mendapatkan hasil yang bagus, petani juga dituntut rajin kerja di lapangan. Dibutuhkan kesabaran untuk menyemprot rumput liarnya, supaya tebu mendapatkan air dan vitaminnya. Juga pupuk tepat waktu, supaya tidak tumbuh rumput liarnya. Karenanya dibutuhkan kesabaran untuk merawat.

“Mudah-mudahan, produktifitas di mitra kita juga meningkat. Sudah pasti akan lebih baik buat masyarakat,” katanya. (ula/*)