Pemerintah Pusat Dukung Pengembangan Lahan Tebu

Pemerintah Pusat Dukung Pengembangan Lahan Tebu

Category : Berita

Pemerintah Pusat Dukung Pengembangan LahanTebu

 

Kadis Perkebunan NTB, Husnul Fauzy

Kadis Perkebunan NTB, Husnul Fauzy

Mataram (Post Kota NTB) – Pemerintah pusat melalui Dirjenbun Kementerian Pertanian RI, Mendukung Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan lahan tebu di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Tahun 2015 pemerintah pusat menganggarkan sebesar Rp 38 miliar, dukungan dalam bentuk Bansos lebih besar dibandingkan tahun 2014 sebesar RP 7 miliar.

Kadis Perkebunan (Disbun) NTB Husnul Fauzi menyebutkan, NTB diberikan bantuan untuk pengelolaan lahan tebu seluas 2.000 hektar. Selain itu, untuk peremajaan tebu setelah panen, petani didukung untuk mengembangkan lahan seluas 870 hektar. Kemudian untuk Kebun Bibit Induk (KBI), juga diberikan dukungan 50 hektar.

Fauzi menambahkan, pabrik tebu di Dompu melalui dukungan pemerintah dan investasi dari PT. SMS merupakan satu-satunya di Indonesia. Sebab polanya, perusahaan akan memproduksi gula langsung tanpa mendatangkan bahan baku dari luar daerah, “Ini pertama di Indonesia, dimana perusahaan yang bahan bakunya langsung di tempat. Kalau ini sudah terealisasi, maka multiflier efeknya tidak kecil,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk pengembangan tebu tersebut, selain lahan plasma (yang dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat) yang disebutkan diatas dengan komitmen didukung oleh pemerintah.  Sudah ada komitmen dengan PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) yang akan mendirikan pabrik gula berkapasitas 750.000 ton/tahun, akan mengelola lahan kawasan pengembangan inti berstatus Hak Guna Usaha (HGU) seluas 5.700 hektar. Dari luas 5.700 hektar tersebut, sudah ada yang ditanami seluas 300 hektar, sedangkan 2.000 hektar lainnya sudah diolah dan siap ditanam. Sisanya untuk tahap kedua, seluas 2.000 hektar akan digarap selanjutnya, sehingga total luas lahan yang akan digarap seluas 4.000 hektar.

Sementara sisa lahan seluas 1.700 hektar lainnya sudah diduduki masyarakat, tetapi akan dikomunikasikan agar lahan tersebut bisa difungsikan untuk menanam tebu. “Lahan 1.700 hektar itu adalah lahan okupansi oleh masyarakat, sedang dilobi agar lahan tersebut bisa digunakan untuk menanam tebu,” ujarnya.

Terkait lahan 1.700 hektar yang sudah di duduki masyarakat, pihaknya tidak mempermasalahkan, sebab sudah ada komitmen antara pihak PT. SMS dengan masyarakat, bahwa sebagian lahan okupansi yang belum digarap tersebut akan ditanami dengan tebu. “Lahan yang sudah diduduki masyarakat, kami tidak mempermasalahkan. Karena sudah ada kesepakatan dan syarat antara masyarakat dengan pihak PT. SMS,” pungkasnya. (Eka)